Samarinda, 28 November 2025
Ketua Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) UINSI Samarinda, Hj. Maisyarah Rahmi Hasan, Lc., MA., Ph.D, menghadirkan gagasan inovatif melalui program Halal Center Responsif Gender dalam ajang Gender Champion yang digelar pada Jum,at 28 November 2025, bertempat di Kantor Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (DP2PA) Kota Samarinda.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh DP2PA Kota Samarinda ini merupakan wadah untuk mendorong kepemimpinan perempuan, penguatan kapasitas, dan inovasi yang mendukung kesetaraan gender di berbagai sektor. Dalam forum tersebut, Hj. Maisyarah Rahmi Hasan tampil sebagai salah satu figur perempuan inspiratif yang membawa pendekatan baru pada sektor jaminan produk halal.
Dalam presentasinya, beliau memaparkan bahwa program Halal Center Responsif Gender merupakan upaya integratif untuk memastikan bahwa pelayanan, pendampingan, dan edukasi halal dapat diakses secara setara oleh semua kelompok, termasuk perempuan pelaku UMKM, kelompok rentan, serta komunitas yang selama ini kurang terjangkau layanan halal. Program ini menekankan pentingnya penyediaan informasi, fasilitas, dan proses yang ramah serta inklusif bagi berbagai lapisan masyarakat.
“Isu halal tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan syariah, tetapi juga aspek keadilan akses. Pelaku UMKM perempuan sering kali menghadapi hambatan struktural dan ekonomi dalam pengurusan sertifikat halal. Melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa layanan halal dapat dirasakan secara merata dan memberi ruang pemberdayaan bagi perempuan,” ungkap Ketua LPH UINSI Samarinda.
Inisiatif ini mendapat apresiasi dari DP2PA Kota Samarinda dan para peserta Gender Champion. Program Halal Center Responsif Gender dinilai selaras dengan visi pembangunan daerah yang menitikberatkan pada pengarusutamaan gender, pemberdayaan ekonomi perempuan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik yang inklusif.
Melalui keikutsertaannya dalam ajang Gender Champion 2025, Hj. Maisyarah Rahmi Hasan menegaskan komitmen LPH UINSI Samarinda untuk tidak hanya fokus pada pemeriksaan halal, tetapi juga mengambil peran aktif dalam mendorong keadilan sosial, pemberdayaan perempuan, dan perluasan manfaat ekosistem industri halal di Kota Samarinda dan Kalimantan Timur.
