Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) UINSI Samarinda kembali melakukan kegiatan edukasi dan pendampingan sertifikasi halal kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kali ini, kegiatan dilaksanakan di kawasan Stadion Utama Palaran, Samarinda, pada Minggu (27/9/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen LP3H UINSI Samarinda dalam mendekatkan layanan sertifikasi halal kepada masyarakat, khususnya para pelaku UMKM yang bergerak di bidang makanan dan minuman.
Pendampingan kali ini dilakukan oleh pendamping halal LP3H UINSI Samarinda, Adlillah Triastuti, S.Si. dan Ika Munfika Ramadhani, bersama sejumlah mahasiswa yang sedang melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Kantor LP3H UINSI Samarinda.
Kegiatan berlangsung dengan suasana yang santai dan penuh keakraban. Tim tidak hanya memberikan penjelasan mengenai sertifikasi halal, tetapi juga berinteraksi langsung dengan para pelaku UMKM yang berjualan di sekitar Stadion Palaran.
Para pendamping halal memberikan edukasi mengenai pentingnya sertifikat halal bagi produk yang dipasarkan. Pelaku usaha juga mendapatkan informasi mengenai proses pengajuan sertifikasi halal, persyaratan yang perlu dipersiapkan, serta pentingnya memastikan bahan dan proses produksi memenuhi ketentuan halal.
Pendamping halal LP3H UINSI Samarinda, Adlillah Triastuti, S.Si., menjelaskan bahwa kegiatan turun langsung ke lapangan menjadi salah satu cara untuk memberikan pemahaman kepada pelaku UMKM secara lebih mudah.
“Kadang pelaku usaha bukan tidak mau mengurus sertifikat halal, tetapi masih bingung harus mulai dari mana. Karena itu, kami hadir langsung untuk memberikan penjelasan dan mendampingi mereka agar prosesnya lebih mudah dipahami,” jelasnya.
Senada dengan itu, Ika Munfika Ramadhani menyampaikan bahwa kegiatan pendampingan secara langsung memberikan kesempatan bagi pendamping untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan pelaku UMKM di lapangan.
“Dengan datang langsung, kami bisa berdiskusi dengan pelaku usaha, melihat produk yang mereka jual, sekaligus memberikan arahan sesuai dengan kondisi usaha mereka. Harapannya, setelah mendapatkan edukasi ini, mereka semakin terdorong untuk mengurus sertifikat halal,” ujarnya.
Kehadiran tim LP3H UINSI Samarinda mendapat sambutan positif dari para pelaku UMKM di kawasan Stadion Palaran. Suasana edukasi berlangsung santai, bahkan beberapa pelaku usaha terlihat antusias berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai sertifikasi halal.
Salah seorang pelaku usaha mengaku senang mendapatkan kunjungan dan edukasi secara langsung dari pendamping halal.
“Kami senang ada yang datang langsung menjelaskan. Selama ini sebenarnya ingin mengurus sertifikat halal, tetapi masih bingung bagaimana caranya. Setelah dijelaskan, ternyata prosesnya bisa dipelajari dan ada yang mendampingi,” ungkap salah seorang pelaku UMKM.
Menurutnya, edukasi secara langsung membuat informasi mengenai sertifikasi halal menjadi lebih mudah dipahami karena pelaku usaha dapat langsung menanyakan kendala yang mereka hadapi.
“Kegiatannya seru juga, tidak hanya dijelaskan, tetapi kami bisa ngobrol dan bertanya langsung. Jadi lebih mudah mengerti,” tambahnya.
Tidak hanya memberikan manfaat bagi pelaku UMKM, kegiatan ini juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa yang sedang melaksanakan PKL di Kantor LP3H UINSI Samarinda.
Mahasiswa PKL turut terlibat dalam kegiatan dengan mendampingi para pendamping halal saat melakukan edukasi kepada pelaku usaha. Mereka belajar bagaimana berkomunikasi dengan pelaku UMKM, menggali informasi mengenai usaha, serta menyampaikan informasi mengenai sertifikasi halal dengan bahasa yang mudah dipahami.
Salah seorang mahasiswa PKL mengaku kegiatan tersebut menjadi pengalaman yang menyenangkan karena mereka dapat belajar langsung di lapangan.
“Menurut saya kegiatan hari ini seru sekali. Selama PKL biasanya kami lebih banyak belajar mengenai administrasi dan proses pendampingan di kantor. Hari ini kami bisa turun langsung dan bertemu dengan pelaku UMKM. Jadi kami bisa melihat secara langsung bagaimana pendamping halal memberikan edukasi dan menghadapi berbagai pertanyaan dari pelaku usaha,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa pengalaman tersebut membuat mahasiswa semakin memahami bahwa pendampingan halal tidak hanya berkaitan dengan administrasi, tetapi juga membutuhkan kemampuan komunikasi dan pendekatan yang baik kepada masyarakat.
“Kami juga belajar bahwa cara menyampaikan informasi itu penting. Kalau disampaikan dengan santai dan bahasa yang sederhana, pelaku usaha lebih nyaman untuk bertanya. Kami sangat menikmati kegiatan hari ini,” tambahnya.
Melalui kegiatan tersebut, LP3H UINSI Samarinda berharap semakin banyak pelaku UMKM yang memahami pentingnya sertifikasi halal dan terdorong untuk segera mengurus sertifikat halal bagi produk mereka.
Kegiatan pendampingan yang melibatkan mahasiswa PKL juga menjadi bentuk pembelajaran praktis bagi mahasiswa agar memiliki pengalaman dalam mendampingi masyarakat sekaligus memahami implementasi jaminan produk halal di lapangan.
LP3H UINSI Samarinda akan terus berupaya memperluas edukasi dan pendampingan sertifikasi halal kepada pelaku UMKM di berbagai wilayah. Kehadiran pendamping halal di tengah masyarakat diharapkan dapat menghilangkan anggapan bahwa sertifikasi halal merupakan proses yang sulit dan sekaligus meningkatkan kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya jaminan produk halal.
Kegiatan di Stadion Palaran ditutup dengan suasana penuh keakraban antara pendamping halal, mahasiswa PKL, dan para pelaku UMKM. Tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, kegiatan tersebut juga menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi seluruh peserta karena edukasi berlangsung secara interaktif, santai, dan penuh antusiasme.