Samarinda – Komitmen menghadirkan makanan yang halal, aman, dan berkualitas dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperkuat oleh berbagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sebagai bagian dari upaya tersebut, Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) UINSI Samarinda melaksanakan audit halal di SPPG Handil Bakti, Kecamatan Palaran, pada Selasa, 27 Oktober 2026.
Audit ini dilaksanakan oleh dua auditor halal LPH UINSI Samarinda, yaitu Dr. Khusnul Khotimah, M.Si dan Neily Widya Alvianti, S.Tr., Gz., M.Gz. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa proses penyediaan makanan dalam program MBG telah memperhatikan ketentuan kehalalan produk sebagaimana dipersyaratkan dalam Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH).

Dalam kegiatan tersebut, auditor tidak hanya melakukan pemeriksaan terhadap bahan-bahan yang digunakan, tetapi juga meninjau secara langsung aktivitas operasional dapur SPPG. Pemeriksaan diawali dengan melihat kesesuaian bahan baku yang digunakan dalam penyusunan menu makanan, termasuk asal-usul bahan, merek produk, serta kelengkapan dokumen pendukung seperti sertifikat halal dan bukti pembelian bahan.
Selanjutnya, auditor melakukan peninjauan terhadap fasilitas dapur, mulai dari area penerimaan bahan, tempat penyimpanan bahan kering dan basah, lemari pendingin, area persiapan, hingga tempat pengolahan dan pengemasan makanan. Penataan bahan dan pemisahan area penyimpanan juga menjadi perhatian untuk memastikan tidak terjadi pencampuran maupun kontaminasi silang yang dapat memengaruhi status kehalalan produk.
Aspek lain yang turut diperiksa adalah kebersihan peralatan memasak, prosedur pencucian peralatan makan, penggunaan perlengkapan oleh para penjamah makanan, serta penerapan standar higiene dan sanitasi selama proses produksi berlangsung. Auditor juga memperhatikan proses pengolahan menu, pengemasan, penyimpanan sementara, hingga pendistribusian makanan kepada para penerima manfaat MBG.
Dari hasil pemeriksaan, auditor memberikan sejumlah masukan dan catatan perbaikan sebagai bagian dari upaya penyempurnaan penerapan SJPH di lingkungan SPPG Handil Bakti. Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain perlunya penguatan administrasi dan dokumentasi bahan baku, pembaruan serta kelengkapan dokumen pendukung kehalalan bahan, konsistensi pencatatan proses produksi, dan peningkatan pengawasan terhadap kebersihan fasilitas serta peralatan yang digunakan.

Selain itu, pengelola SPPG juga diarahkan untuk memastikan adanya kesesuaian antara bahan yang digunakan dengan daftar bahan yang didaftarkan dalam proses sertifikasi halal. Pengendalian terhadap pemasok dan setiap perubahan bahan maupun menu juga perlu dilakukan secara tertib agar seluruh proses produksi tetap berada dalam koridor persyaratan halal.
Pihak SPPG Handil Bakti menyambut positif pelaksanaan audit yang dilakukan oleh LPH UINSI Samarinda. Menurut pihak SPPG, pemeriksaan tersebut memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai pentingnya menjaga kehalalan makanan, tidak hanya dari bahan yang digunakan, tetapi juga dari seluruh proses pengolahan hingga makanan diterima oleh penerima manfaat.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran auditor dari LPH UINSI Samarinda. Melalui kegiatan ini, kami mendapatkan banyak arahan dan masukan yang menjadi bahan evaluasi bagi pengelolaan dapur kami. Kami menyadari bahwa penyediaan makanan untuk program MBG bukan hanya memperhatikan kecukupan gizi, tetapi juga harus memastikan aspek kebersihan, keamanan, dan kehalalannya. Harapannya, melalui proses sertifikasi halal ini, kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan SPPG semakin meningkat,” ungkap perwakilan SPPG Handil Bakti.
Pelaksanaan audit di SPPG Handil Bakti juga menjadi bagian dari meningkatnya kesadaran penyelenggara Program Makan Bergizi Gratis di wilayah Kecamatan Palaran terhadap pentingnya sertifikasi halal. Sejumlah SPPG di wilayah tersebut telah menunjukkan komitmen dengan mendaftarkan fasilitas dan proses penyediaan makanannya untuk memperoleh sertifikat halal.
Hal ini menjadi perkembangan positif dalam upaya memperluas penerapan jaminan produk halal pada sektor penyediaan makanan berskala besar. Mengingat makanan yang diproduksi oleh SPPG dikonsumsi oleh banyak penerima manfaat, kepastian kehalalan menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan secara serius dan berkelanjutan.
LPH UINSI Samarinda terus berkomitmen mendukung pelaksanaan sertifikasi halal melalui kegiatan pemeriksaan, audit, serta pemberian rekomendasi perbaikan kepada pelaku usaha dan penyelenggara layanan penyediaan makanan. Melalui upaya ini, diharapkan semakin banyak SPPG yang menerapkan standar kehalalan secara konsisten sehingga Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan dengan mengedepankan prinsip halal, aman, bergizi, dan tepercaya bagi masyarakat.
