Perluas Ekosistem Halal, LPH UINSI Samarinda Lakukan Audit Halal di Depo Air Minum Al Ghazali

Perluas Ekosistem Halal, LPH UINSI Samarinda Lakukan Audit Halal di Depo Air Minum Al Ghazali post thumbnail image

Samarinda, Sabtu, 24 Oktober 2026 – Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda terus berkomitmen memperluas layanan pemeriksaan halal ke berbagai sektor usaha, termasuk depot air minum isi ulang. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan audit halal di Depo Air Minum Al Ghazali yang berlokasi di Samarinda, Kalimantan Timur.

Kegiatan audit halal ini dilaksanakan oleh auditor halal LPH UINSI Samarinda, Muhammad Agil, M.Sc., didampingi oleh penyelia halal, Mutamam Harir. Audit ini merupakan bagian dari proses pemeriksaan untuk menilai pemenuhan persyaratan sertifikasi halal sekaligus meningkatkan kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya penerapan standar halal dalam kegiatan operasional sehari-hari.

Dalam pelaksanaan audit, pemeriksaan difokuskan pada sejumlah aspek yang berkaitan dengan proses pengolahan air minum isi ulang. Aspek tersebut meliputi sumber air yang digunakan, sistem penyaringan, kondisi filter dan karbon aktif, serta pemeliharaan komponen pengolahan air yang digunakan dalam proses produksi.

Selain itu, auditor juga memperhatikan kebersihan galon, proses pencucian dan pembilasan sebelum pengisian, kebersihan tempat pengisian air, serta kondisi peralatan yang bersentuhan langsung dengan produk. Penanganan dan penyimpanan galon juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan untuk menjaga kebersihan serta mencegah kontaminasi selama proses produksi.

Pemeriksaan turut mencakup bahan atau media penunjang yang digunakan dalam pengolahan air, apabila ada, untuk memastikan kejelasan status kehalalannya sesuai dengan persyaratan yang berlaku. Pemeliharaan peralatan dan penerapan prosedur operasional yang konsisten juga menjadi perhatian dalam menilai kesesuaian proses usaha dengan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH).

Melalui audit ini, pelaku usaha diharapkan dapat memahami bahwa pemenuhan persyaratan halal tidak hanya berkaitan dengan produk akhir, tetapi juga mencakup bahan, fasilitas, peralatan, dan proses yang relevan dalam kegiatan produksi. Hal ini menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan konsumen terhadap produk air minum isi ulang yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pelaku usaha Depo Air Minum Al Ghazali menyambut baik pelaksanaan audit halal yang dilakukan oleh LPH UINSI Samarinda. Ia berharap proses sertifikasi halal dapat menjadi langkah positif untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan sekaligus mendorong pengelolaan usaha yang lebih baik.

“Kami menyambut baik proses audit halal ini karena memberikan kesempatan bagi kami untuk lebih memahami hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menjalankan usaha depot air minum isi ulang. Kami berupaya menjaga kualitas air, kebersihan galon, serta kondisi filter dan peralatan yang digunakan. Harapannya, melalui proses sertifikasi halal ini, pelanggan semakin percaya dan merasa nyaman menggunakan air minum dari Depo Al Ghazali,” ungkap pelaku usaha.

Pelaksanaan audit halal ini menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap meningkatnya kesadaran pelaku usaha untuk memenuhi persyaratan sertifikasi halal. Usaha depot air minum isi ulang memiliki peran dalam memenuhi kebutuhan masyarakat sehingga pengelolaan yang baik, pemeliharaan peralatan, dan penerapan prosedur yang sesuai menjadi hal penting dalam menjalankan usaha secara bertanggung jawab.

LPH UINSI Samarinda terus mendorong pelaku usaha di Kalimantan Timur untuk memahami pentingnya sertifikasi halal serta menerapkan ketentuan yang berlaku. Melalui layanan pemeriksaan halal yang profesional, LPH UINSI Samarinda berharap semakin banyak pelaku UMKM dan usaha lainnya yang terdorong untuk mengurus sertifikasi halal.

Upaya ini menjadi bagian dari kontribusi LPH UINSI Samarinda dalam memperluas ekosistem halal di berbagai sektor usaha, meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta mendukung pertumbuhan usaha yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Tinggalkan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *