Samarinda, 04 Juli 2026
Pusat Kajian Halal (PUKAHA) Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda menggelar Talkshow Wajib Halal Oktober sebagai salah satu rangkaian kegiatan 4th Halal Fest PUKAHA UINSI Samarinda 2026. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 2 Juli 2026, di Auditorium UINSI Samarinda dan diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri atas pelaku usaha, akademisi, mahasiswa, pendamping Proses Produk Halal (PPH), auditor halal, serta perwakilan instansi pemerintah dan lembaga mitra.
Talkshow ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya pelaku usaha, mengenai implementasi kebijakan wajib halal serta pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem Jaminan Produk Halal (JPH) yang kuat di Kalimantan Timur.

Acara dibuka oleh Rektor UINSI Samarinda, Prof. Zurqoni, M.Ag., yang sekaligus menjadi salah satu narasumber. Dalam pemaparannya, beliau menegaskan bahwa implementasi kebijakan wajib halal tidak hanya merupakan amanat regulasi, tetapi juga menjadi bagian dari tanggung jawab moral dalam memberikan jaminan keamanan, kenyamanan, dan kepastian kehalalan produk bagi masyarakat.
“Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung implementasi Jaminan Produk Halal melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta penyediaan layanan pemeriksaan halal. Sinergi antara akademisi, pemerintah, dunia usaha, dan lembaga keuangan menjadi kunci dalam membangun ekosistem halal yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Narasumber berikutnya, Prof. Dr. Bambang Iswanto, M.H., pakar ekonomi syariah sekaligus Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UINSI Samarinda, menjelaskan bahwa industri halal telah berkembang menjadi salah satu sektor ekonomi yang memiliki prospek besar. Menurutnya, sertifikasi halal tidak hanya memenuhi aspek kepatuhan terhadap syariat Islam, tetapi juga meningkatkan daya saing produk dan membuka peluang pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Dari sektor perbankan, Fahrizal Nova, perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, memaparkan dukungan Bank Indonesia dalam pengembangan ekosistem halal melalui berbagai program pemberdayaan UMKM, penguatan rantai nilai halal, serta kolaborasi bersama pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan lembaga terkait. Ia menegaskan bahwa penguatan ekonomi dan keuangan syariah merupakan salah satu strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Perspektif pelaku usaha disampaikan oleh Hj. Laila Fatihah, yang berbagi pengalaman dalam mengikuti proses sertifikasi halal. Ia menjelaskan bahwa sertifikat halal memberikan nilai tambah bagi produk yang dipasarkan, meningkatkan kepercayaan konsumen, serta membuka peluang untuk memperluas jaringan pemasaran. Menurutnya, pendampingan dari berbagai pihak, termasuk PUKAHA UINSI Samarinda, sangat membantu pelaku UMKM dalam memahami tahapan sertifikasi halal.
Sementara itu, Istina Widyaningrum, selaku perwakilan Pengawas Jaminan Produk Halal (JPH) Kalimantan Timur, memberikan penjelasan mengenai implementasi kebijakan wajib halal, mekanisme pengawasan, serta pentingnya kepatuhan pelaku usaha terhadap ketentuan yang berlaku. Ia mengajak seluruh pelaku usaha untuk mempersiapkan produknya agar memenuhi persyaratan halal sehingga mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta mengenai prosedur sertifikasi halal, pembinaan UMKM, peran lembaga pemeriksa halal, hingga tantangan yang dihadapi pelaku usaha dalam memenuhi ketentuan Jaminan Produk Halal. Seluruh rangkaian talkshow dipandu oleh Nabilla Kurniati selaku moderator yang berhasil membangun suasana diskusi yang komunikatif dan dinamis.
Melalui penyelenggaraan Talkshow Wajib Halal Oktober, PUKAHA UINSI Samarinda berharap dapat meningkatkan literasi masyarakat mengenai pentingnya sertifikasi halal sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga keuangan, pelaku usaha, dan seluruh stakeholder dalam mendukung implementasi Jaminan Produk Halal di Kalimantan Timur. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen UINSI Samarinda dalam mendukung percepatan ekosistem halal yang profesional, inklusif, dan berkelanjutan demi terwujudnya Indonesia sebagai pusat industri halal dunia.
