Dalam rangka menyukseskan program Wajib Halal Oktober (WHO) 2026, para Pendamping Proses Produk Halal (P3H) UINSI Samarinda bersama Pusat Kajian Halal (PKH) UINSI Samarinda turut ambil bagian dalam kegiatan kampanye dan sosialisasi sertifikasi halal yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia pada Kamis, 5 Juni 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh Ketua Pusat Kajian Halal UINSI Samarinda, Hj. Maisyarah Rahmi Hasan, Lc., M.A., Ph.D, bersama para pendamping halal UINSI Samarinda yang turun langsung ke lapangan untuk memberikan edukasi kepada para pelaku usaha mengenai pentingnya sertifikasi halal dan kewajiban pemenuhan regulasi halal bagi produk yang beredar di masyarakat.
Pembukaan kegiatan tingkat nasional dilaksanakan di Samarinda Central Plaza (SCP) dan dibuka secara resmi oleh Ahmad Haikal Hasan, yang akrab disapa Babe Haikal, melalui Zoom Meeting. Dalam sambutannya, beliau mengajak seluruh pendamping halal, lembaga pendamping, serta pelaku usaha untuk bersama-sama mendukung percepatan sertifikasi halal nasional menuju implementasi penuh program Wajib Halal Oktober.
Kegiatan kampanye WHO 2026 ini dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia sebagai bentuk komitmen bersama dalam membangun ekosistem halal yang kuat dan berkelanjutan. Di Kota Samarinda sendiri, kegiatan dibagi ke dalam lima titik strategis yang menjadi pusat aktivitas masyarakat dan pelaku usaha, yaitu Samarinda Central Plaza (SCP), City Centrum, Mesra Indah, Pasar Pagi, dan Pasar Segiri.
Di masing-masing titik, para pendamping halal membagikan brosur, leaflet, serta memberikan penjelasan secara langsung kepada pelaku usaha mengenai prosedur sertifikasi halal, manfaat sertifikat halal bagi pengembangan usaha, serta pentingnya penerapan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) dalam proses produksi.
Ketua Pusat Kajian Halal UINSI Samarinda, Hj. Maisyarah Rahmi Hasan, Lc., M.A., Ph.D, menyampaikan bahwa keterlibatan pendamping halal UINSI Samarinda dalam kegiatan ini merupakan bentuk nyata dukungan terhadap program pemerintah dalam memperluas literasi halal di kalangan masyarakat dan pelaku usaha.
“Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran para pelaku usaha tentang pentingnya sertifikasi halal. Melalui edukasi langsung di lapangan, kami berharap semakin banyak pelaku usaha yang memahami proses sertifikasi halal dan terdorong untuk segera mengajukan sertifikat halal bagi produknya,” ujarnya.
Antusiasme masyarakat dan pelaku usaha terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Banyak pelaku usaha yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi secara langsung terkait persyaratan, alur pendaftaran, hingga proses pendampingan sertifikasi halal.
Melalui kegiatan Semarak WHO 2026 ini, Pendamping Halal UINSI Samarinda kembali menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengedukasi masyarakat serta mendampingi pelaku usaha menuju sertifikasi halal. Diharapkan kampanye yang dilakukan secara masif dan serentak di seluruh Indonesia ini mampu mempercepat terwujudnya ekosistem halal nasional yang semakin kuat, inklusif, dan berdaya saing.